Buy template blogger

Nasionalisme Yang Tersamarkan

Eka Aprianto Mahasiswa UMJ Jurusan Ilmu Fisip 
Bicara masalah bebebasan (freedom) merupakan sesuatu yang sangat didambakan oleh setiap manusia. Kebebasan yang dimaksud meliputi kebebasan berpikir, bertindak, berekspresi, dan lain sebagainya. Secara teoritis, kebebasan tersebut sudah melekat di diri manusia sejak lahir (HAM). Namun, secara praktiknya sangat jauh dari apa yang seharusnya. Tindakan seseorang bukan berangkat dari hati nurani, namun atas dasar tendensi oleh kepentingan idiologi. Disorientasi inilah yang kemudian menjadi sebuah permasalahan yang patut diperhatikan dan menjadi tugas bersama untuk mencari sebuah resolusinya.
Menurut sebagian filosof, kebebasan adalah esensi kebahagiaan. Kebebasan akan tersamarkan oleh tendensi kepentingan, baik kepentingan yang bersifat pribadi maupun kelompok. Tendensi secara tidak langsung akan menciptakan sebuah tekanan dan ketika hidup berada dalam sebuah tekanan, maka kebebasan hanyalah sebuah harapan. Menurut Marbun, tendensi merupakan sebuah kecendrungan atau kecondongan terhadap suatu hal (Marbun: 2013). Tendensi akan menciptakan fanatisme tersendiri terhadap suatu idiologi. Akibatnya, rasa nasionalisme akan menjadi urusan kedua sehingga apa yang menjadi keinginan bersama dalam ruang lingkup yang luas tidak akan pernah terealisasi.
Konsep nasionalisme yang ditawarkan oleh tokoh popular dunia, Benidict Anderson dalam bukunya “Imagined Communities” menjelaskan bahwa “Bangsa adalah sesuatu yang terbayang karena para anggota bangsa terkecil sekalipun tidak akan tahu dan tidak akan pernah kenal sebagian besar anggota lain, tidak akan bertatap muka dengan mereka itu, bahkan mungkin tidak pula pernah mendengar tentang mereka. Namun, di benak setiap orang yang menjadi anggota bangsa itu hidup sebuah bayangan tentang kebersamaan mereka“ (Anderson, 1993:8). Kalimat ini menggambarkan bahwa di setiap anggota bangsa terjalin sebuah bayangan tentang kebersamaan dalam keberagaman. Kebersamaan ini bukan timbul atas dasar kepentingan kelompok organisasi, ras, dan agama melainkan atas dasar persamaan bangsa.
Kembali merenungkan kalimat Anderson di atas, saya jadi ingat dengan tulisannya tentang Nasionalisme Indonesia, Kini dan Nanti yang kurang lebih mengutarakan kesimpulan serupa. Ia mengatakan: “nasionalisme bukanlah sesuatu yang diwariskan dari masa lampau, namun lebih kepada sebuah “proyek bersama“ (common project) untuk kini dan di masa depan. Dan hal ini membutuhkan pengorbanan yang luar biasa dari diri pribadi maupun kelompok sehingga nasionalisme yang tersamarkan oleh kepentingan-kepentingan kelompok tertentu mampu terhilangkan.
Organisasi-organisasi yang telah diciptakan dengan tujuan menampung berbagai aspirasi masyarakat agar bersama-sama memberikan sinergi positif terhadap kemajuan bangsa dan negara kini lambat laun berubah menjadi persaingan kepentingan. Ketika seseorang itu merupakan bagian darinya, maka semuanya akan dipermudahkan. Namun, jika bukan bagian darinya, maka sebaliknya. Hal ini juga berimplikasi pada sistem birokrasi. Tidak adanya selektivitas terhadap perekrutan bahkan pendistribusian sember daya manusia. Semuanya tergantung dari siapa dan berapa? Bukan berdasarkan tingkat kualitasnya. Akibatnya, output dari kinerja yang dihasilkan tidak maksimal sehingga memberikan efek yang negatif terhadap perkembangan dan kemajuan bangsa dan negara.
Eksistensi organisasi sebenarnya tidak dipermasalahkan ketika semuanya tetap berada pada visi awal. Jangan sampai hanya brandnya yang membela dan memperjuangkan kemajuan, namun tindakannya tidak lain hanya kepentingan yang sifatnya kelompok bukan semua masyarakat. Permasalahan inilah yang patut diperhatikan dan diselesaikan sehingga kedepannya mampu lebih baik.
Older Posts
Newer Posts
Bumigoranews.com
Bumigoranews.com Kami hadir sebagai pemberi informasi kepada publik dari hal yang terkecil di rangkum dalam berita yang terpecaya akurat dan transparan. Alamat Redaksi Respang Desa Bakan Kecamatan Janapria lombok tengah

Post a Comment

deskripsi gambar
deskripsi gambar
deskripsi gambar

Ads Single Post 4

deskripsi gambar